Perubahan Iklim dan Kesehatan Paru

· Occupational Lung Disease
Author

Wahyuni TD, Ikhsan M. J Respir Indones. 2010;30(4):230-7.

Perubahan iklim terus terjadi, hal ini disebabkan meningkatnya suhu udara dan lautan, melelehnya salju dan es serta meningkatnya tinggi permukaan laut. Pengaruh iklim sangat besar terhadap kesehatan manusia. Cuaca dan iklim berubah sejak zaman Hipocrates. Panas menyebabkan hipertermi, dingin menyebabkan hipotermi dan kemarau menyebabkan kelaparan. Banjir, angin topan, tornado dan kebakaran hutan mengakibatkan luka┬Čluka, kecelakaan dan kematian. Iklim mempengaruhi berkembangnya penyakit tropik dan meningkatkan risiko vector borne diseases seperti malaria dan demam dengue, mempengaruhi risiko food bourne, water bourne diseases dan emerging infectious diseases seperti hantavirus, Ebola hemorrhagic fever dan West Nile virus. Telah dibuktikan bahwa terdapat hubungan antara cuaca dan kematian karena penyakit kardiovaskuler dan penyakit respirasi. WH0 memperkirakan tahun 2000, akibat perubahan iklim terjadi 150.000 kematian pertahun. Suhu yang ekstrem baik dingin maupun panas, perubahan polusi udara, banjir, gas, hujan, petir, perubahan alergen, kebakaran hutan dan hujan debu, berpotensi menyebabkan penyakit respirasi baik jangka pendek maupun jangka panjang. Penyakit yang utama terjadi adalah asma, rhinosinusitis, penyakit paru obstruktif kronik (PP0K) dan infeksi jalan napas. Penduduk di daerah miskin dengan keterbatasan sarana kesehatan akan menderita lebih banyak dibandingkan dengan di daerah yang mempunyai sarana kesehatan yang memadai. Perubahan komposisi gas rumah kaca dari sumber alami ke sumber buatan manusia mempengaruhi perubahan iklim. Pajanan lingkungan dapat dikontrol dengan cara mengerti sumber emisi, tingkat pajanan, luas pajanan dan strategi mengontrolnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah membatasi emisi gas rumah kaca dan menargetkan Indonesia dapat menurunkan emisinya 26% pada tahun 2020. Strategi menurunkan gas rumah kaca adalah melalui efisiensi energi, menggunakan energi yang dapat diperbaharui, meningkatkan pemeliharaan hutan dan menghutankan kembali yang sudah gundul, membangun teknologi penangkap gas rumah kaca.

Keywords: Climate change, new emerging disease, green house effect, global warming

Click here for detailed article

Leave a Comment